Posdaya

PENELITIAN - POSDAYA

Penguatan Posdaya Melalui Sentra Kulakan Posdaya dan Tabur Puja di Kabupaten Bantul

Efendri, Kabul Wahyu Utomo, Muyassaroh, Nurhidayati dan Sri Opti
Universitas Trilogi - Jakarta


ABSTRAK
Tulisan ini memaparkan hasil pengamatan langsung di lapangan yang dilakukan terhadap kegiatan penguatan Posdaya melalui Sentra Kulakan Posdaya dan Kredit mikro Tabur Puja di Kab. Bantul, DI Yogyakarta. Tujuan kajian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi pelaksanaan penguatan Posdaya melalui kedua program penguatan tersebut. Berdasarkan pengamatannya para peneliti menyimpulkan bahwa Sentra Kulakan di Kab. Bantul telah berhasil menjalin kerjasama dengan warung kulakan Posdaya di Kab. Bantul. Namun secara bisnis Sentra Kulakan ini masih harus bekerja giat agar dapat tumbuh dan berkembang menjadi lebih besar. Berdasarkan informasi keuangan saat ini diperkirakan Titik Impas Sentra Kulakan baru akan tercapai setelah bulan ke 9 hingga ke 11 sejak masa beroperasinya. Kredit Tabur Puja masih belum berjalan sebagaimana yang diharapkan, selain karena masih belum cukup kuat bersaing dengan kredit-kredit mikro sejenis lainnya, penyalurannya melalui Koperasi Swamitra Bukopin juga masih sangat terbatas. Pengembangan Tabur Puja membutuhkan kerja yang lebih keras lagi untuk dapat mencapai tujuannya. Temuan lainnya adalah berdasarkan analisis SWOT disarankan pembuatan Sentra Kulakan pada lokasi lain untuk lebih mampu melayani warung-warung Posdaya yang tersebar di Kabupaten Bantul.

Kajian Kredit Tabur Puja dalam Rangka Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (Studi Pada Empat Posdaya di Wilayah Bogor)

Aam Bastaman, Asep Imama
Trilogi University - Jakarta


ABSTRACT
Tabur Puja is a credit facility offered by Yayasan Damandiri for informal/small scale entrepreneurs in order to eliminate poverty. The credit scheme for the case in Bogor region has proven effective to awake the economy activity among poor people. Some challenges faced by credit receivers have to be anticipated in developing the small scale business, such as lack of knowledge of business and financial administration. The credit scheme is important in creating entrepreneurship atmosphere among poor people. It has a big potention to contribute to economic development in the region

Upaya Pengentasan Kemiskinan Melalui Senkudaya dan Posdaya-Kakb di Kabupaten Kulon Progo - Diy

Ati Harianti, Budi Suryowati, Lely Dahlia, Liliek Gajatri, Ludwina Harahap, dan Rosalia Nansih Widhiastuti
Trilogi University - Jakarta


ABSTRAK
Penelitian ini menjelaskan seluk beluk aktivitas yang dilakukan oleh Kelompok Asuh Keluarga Binangun binaan Posdaya dan kaitannya dengan Sentra Kulakan Posdaya Koperasi Binangun di Kabupaten Kulon Progo. Hasil pengamatan menemukan bahwa Sentra Kulakan Posdaya (Senkudaya) tersebut selama masa beroperasinya sejak di dirikan, telah berhasil membantu pengembangan banyak warung KAKB dan keluarga miskin. Dukungan aparat pemerintah daerah mempunyai peran sangat penting dalam keberhasilan tersebut. Namun, memang masih perlu banyak dilakukan perbaikan dalam hal pengelolaan Senkudaya tersebut, agar sentra kulakan tersebut mampu berkembang dan menjadi pusat grosir seperti yang diharapkan dalam menunjang upaya

Strategies To Implement The Changes in The Basis Of Cash Transfer From a Household-Base to a Family-Base: The Case of PKH in Indonesia 

Muhammad Nashihin
Trilogi University - Jakarta


ABSTRACT

PKH stands for Program Keluarga Harapan . It is a conditional cash transfer program. The beneficiaries are the poorest households (HH) who have pregnant mother, or babies, or children in the age elementary or junior high school. The source of data are from the Indonesian Board of Statistics. The conditionalities are that the beneficiaries have to send (register) their school aged children to schools and have to access health facilities whenever the household members need health services. The program has been implemented since 2007 by the Ministry of Social Af fairs (MOSA) and has run quite well. However, the use of HH as the basis of the cash transfer has been regarded as not fair for a large size of HH, i.e. a HH with more than one family. A HH might have one, or two, or more families living together in one house. The argument for the unfairness is that the cash transfer per beneficiary will be much less for a large size HH. This paper is aimed to analyze the impact of this change to the implementation of the program. It focuses on the extra budget needed to cover cash transfer to all families within the existing HH and on the strategies to implement this change. The approach used in this study is the marital status of HH members. When a HH member is under “son/daughter in law” category, he/she is regarded as an additional family within a HH. The data are the RTSM receiving cash transfer in 7 districts consisting of more than 70 thousands RTSM. The data were taken from the central office of implementing unit of PKH in July 2011. It is found that the extra budget needed to cover the extra families are only 6% of the existing budget.

Laporan Evaluasi Tabur Puja di Bekasi

Sahnaz Ubud, Dian Ruslan, M. Faisal, Katjep K. Abdoelkadir, Sartono Hardjo Oetomo, Francy Iriani
Trilogi University - Jakarta


ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pelaksanaan kredit mikro bagi masyarakat berpendapatan rendah di kota Bekasi. Pinjaman mikro ini dikenal dengan istilah Tabungan dan Kredit Pundi Sejahtera atau Tabur Puja yang di sponsori oleh Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) dan dikelola oleh Koperasi Sudara Indra. Pengamatan lapangan menunjukkan bahwa kredit Tabur Puja telah memberi manfaat bagi para peminjamnya. Selama empat (4) bulan setelah di laksanakan Dana yang disalurkan telah meningkat jauh lebih tinggi daripada yang ditargetkan sebelumnya. Pembayaran cicilan hingga saat ini belum pernah mengalami keterlambatan. Tanggung renteng bagi peminjam berpendapatan rendah oleh anggota lainnya merupakan salah satu faktor yang berperan dalam kelancaran pembayaran. Demikian pula dengan dukungan kuat para pemangku kepentingan lainnya.

Upaya Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Berpendapatan Rendah Melalui Sentra Kulakan dan Kartu Gesek di Pacitan

Budhi Purwandaya dan Eko Kusmurtanto
Trilogi University - Jakarta


ABSTRAK
Tulisan ini bertujuan untuk menyajikan hasil pengamatan langsung di lapangan atas Koperasi Sentra Kulakan di Pacitan dan kartu “gesek” yang diberikan kepada peminjam yang menjadi anggota Koperasi tersebut. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa penggunaan kartu elektronik untuk membatasi pemakaiannya hanya untuk kegiatan produktif merupakan suatu inovasi keuangan yang cerdas bagi masyarakat berpendapatan rendah. Namun pemanfaatan kartu elektronik tersebut masih belum mempunyai dampak bisnis yang berarti bagi Koperasi Sentra Kulakan yang tampaknya masih lebih memerlukan koordinasi kerjasama yang lebih baik antar pengelola dan pengurusnya. Meskipun demikian keberadaan Koperasi Sentra Kulakan Posdaya ini telah dapat melayani cukup banyak warung-warung Posdaya yang ada di kota Pacitan dan sekitarnya.

Memahami Kebutuhan Jasa Lembaga Keuangan Mikro (LKM) (Studi Kredit Mikro Tabur Puja di Jakarta Selatan)

Dewi Kuntari S., Novita, M. Nashihin
Trilogi University - Jakarta


ABSTRAK
Skim kredit mikro yang dikenal dengan nama Tabungan dan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja) adalah topik penelitian yang dilakukan. Kredit ini didanai oleh Yayasan Damandiri dan dikelola oleh Koperasi Sudara Indra di Jakarta. Pengamatan langsung yang telah dilakukan di lapangan, menunjukkan bahwa kredit Tabur Puja ini sebenarnya merupakan suatu skim kredit mikro yang fleksibel dan dapat diandalkan. Dua faktor dalam kredit mikro yang dibutuhkan olah masyarakat berpendapatan rendah. Penyaluran dana langsung dari Yayasan Damandiri melalui Koperasi Sudara Indra berperan besar atas kelancaran kedua fungsi tersebut. Tidak ditemukannya kemacetan dalam pengembalian kredit Tabur Puja juga menunjukkan pengelolaan yang cukup berhati-hati. Demikian pula sistem tanggung renteng telah sangat berperan dalam hal ini. Meskipun demikian tingkat suku bunga dirasakan oleh para peminjam sebagai sesuatu yang memberatkan.